Pasien Merasa Kecewa dengan Pelayanan RSD dr. Soebandi

POTRETJEMBER.COM, Jember - Kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu (25/3/18) lalu yang mengakibatkan patah tulang pada bagian pergela...



POTRETJEMBER.COM, Jember - Kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu (25/3/18) lalu yang mengakibatkan patah tulang pada bagian pergelangan tangan saat mengendarai sepeda motor, Titik Setyowati Warga Rambipuji, jalan Airlangga 9 tidak menjalani operasi pemasangan pen hanya pemasangan Gips.

Lengan tangan bagian atasnya pasien melepuh setelah dilakukan pemasangan gips oleh dokter yang menangani.
Padahal saat dimintai persetujuan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, pihak keluarga bersedia dengan menandatangani formulir yang telah disediakan.

Saat ditemui di kediamannya, Titik menyampaikan, pada Minggu (25/3) lalu dirinya mengalami kecelakaan terjatuh dari motor saat menuju ke wisata rembangan. Sehingga dirinya pun berangkat ke RSD dr. Soebandi untuk memeriksakan diri.

“Saat itu dilakukan pemeriksaan pada tangan saya, bahkan tangan saya juga di foto rontgen, dan dinyatakan mengalami patah lengan tangan tulang besar. Jadi harus dilakukan tindakan operasi. Setelah itu saya disodorkan formulir persetujuan untuk menjalani operasi, dan diberi waktu satu jam untuk berpikir,” ujar Titik, Selasa siang (10/4/18)

Setelah melalui rembuk antar keluarga, lanjut Titik, proses operasi disetujui untuk dilakukan. “Yang bertandatangan ibu saya, dan ada saksi, langsung saya disuruh puasa. Sehingga pada Senin (26/3/18), sekitar pukul 9 malam saya masuk untuk menjalani proses operasi, saya dibius saat itu. setelah 3 jam, sekitar jam 12 malam, saya baru sadar, dan tangan saya sudah di gips dari ujung sampai ke pangkal,” ujarnya.

“Pesan dokternya, tidak boleh dibuka selama dua bulan. 2 hari kemudian saya diizinkan pulang. Tetapi setelah dapat 1 minggu saya pulang di rumah. Saat itu waktunya control, saya tidak tahan karena tangan saya terasa perih, gatal, dan panas juga. Sehingga saya minta untuk gipsnya dibuka,” sambungnya.

Sebelum gips dibuka, perawat rumah sakit yang memeriksa bernama Rifai, lanjutnya, menyampaikan bahwa gips tersebut tidak boleh dibuka. Karena atas instruksi dokter masih menunggu dua bulan.

“Tetapi karena saya tidak tahan, rasa sakit dan tidak nyaman, akhirnya dibuka dengan digergaji. Namun sebelumnya, saya kembali disodorkan formulir untuk dimintai tanda tangan bahwa (pasien) meminta sendiri untuk dibuka gipsnya,” jelasnya.

“Setelah dibuka gipsnya, tangan saya tidak ada bekas operasi di bagian pergelangan tangan. Malah bagian tangan saya yang tidak cedera, di bagian lengan atas malah melepuh. Itu yang saya kaget. Malah jadi luka di dua tempat,” sambungnya.

Bahkan setelah dibuka gipsnya tersebut, kata Titik, bagian tangannya yang melepuh hanya disalep dan diperban.

"Setelah saya kontrol itu, juga tidak diberi obat salep ataupun obat minum. Saya hanya disuruh datang lagi untuk kontrol berikutnya. Saat saya tanya mengapa tidak ada operasi, perawatnya hanya bilang memang tidak ada operasi,” katanya.

Padahal saat itu, kata Titik, pihaknya sudah mengeluarkan biaya untuk menjalani operasi. Bahkan dirinya terpaksa sampai menggadaikan motor miliknya, untuk membiayai operasi tersebut.

 “Saya habis Rp 4 juta lebih untuk biaya operasinya itu. Akhirnya saya pulang (tanpa ada tindak lanjut apapun dari rumah sakit dr. soebandi). Dirinya pun kembali memeriksakan diri ke rumah sakit lain, dan selanjutnya menjalani operasi dengan dilakukan pemasangan pen,” tuturnya.

“Saat itu yang menangani dokter Hasan (di Rumah Sakit Bina Sehat), dan mengharuskan untuk menjalani operasi. Karena tangan saya itu memang patah. Karena kalau tidak operasi takutnya tidak nyambung, dan tidak bisa gerak. Setelah operasi pemasangan pen, sudah mendingan dan tidak sampai di gips sampai lengan atas, hanya di bagian yang dioperasi itu diperban,” pungkasnya. (Nang)

COMMENTS

Nama

Bisnis Desa Hukum Jember Kebudayaan Keriminal Kesehatan Kriminal Nasional Olahraga Olehraga Opini Pemerintah Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Prestasi Religi Sosial Sosialisasi Wisata
false
ltr
item
POTRET JEMBER.COM: Pasien Merasa Kecewa dengan Pelayanan RSD dr. Soebandi
Pasien Merasa Kecewa dengan Pelayanan RSD dr. Soebandi
https://1.bp.blogspot.com/-HVtwwWd9W5w/Ws1pR1O_q9I/AAAAAAAACnU/uZwieu1tsVIWgOMHfZ8j8YM7yWrSyLMKACLcBGAs/s320/IMG_20180410_134948_HHT.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-HVtwwWd9W5w/Ws1pR1O_q9I/AAAAAAAACnU/uZwieu1tsVIWgOMHfZ8j8YM7yWrSyLMKACLcBGAs/s72-c/IMG_20180410_134948_HHT.jpg
POTRET JEMBER.COM
http://www.potretjember.com/2018/04/pasien-merasa-kecewa-dengan-pelayanan.html
http://www.potretjember.com/
http://www.potretjember.com/
http://www.potretjember.com/2018/04/pasien-merasa-kecewa-dengan-pelayanan.html
true
7543246334642126740
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy