Polemik TKD, Berkaitan dengan Kepala Desa, Laporan Sunoto Seolah Tenggelam

POTRETJEMBER.COM - Polemik Tanah Kas Desa (TKD) Desa Mayangan tidak kunjung menemukan titik temu. Padahal, laporan ke Mapolres Jember sudah...


POTRETJEMBER.COM - Polemik Tanah Kas Desa (TKD) Desa Mayangan tidak kunjung menemukan titik temu. Padahal, laporan ke Mapolres Jember sudah berjalan 16 bulan, namun sepertinya kasus tersebut seolah tenggelam.

Demikian disampaikan sepasang suami istri, Sunoto dan Anik Nurhayati ketika diwawancara Potretjember.com di kediamannya, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas beberapa pekan lalu.

Sunoto mengaku melaporkan ke Mapolres Jember terkait pengerusakan tanaman semangka. Meski tanah tersebut milik Tanah Kas Desa (TKD) namun telah disewa olehnya dari Pardi, suami dari Kepala Desa Mayangan, Sulimah. Satu tahunnya 24 juta, mulai menyewa tahun 2016 lalu.

"Enggak tau masalahnya apa, mulai 2016 sampai 2017 akhir tidak ada masalah. Masuk tahun 2018 sudah tanam satu musim, namun musim kedua entah kenapa kok dirusak tanamannya," ujar Sunoto

Sunoto ketika bersama istrinya, Anik Nurhayati mengaku sebelumnya tidak ada masalah. Bahkan, masyarakat dan Aparatur Desa pun juga tau bila TKD tersebut disewa olehnya.

 Sebelumnya, Sunoto mengaku pernah diundang oleh pihak desa namun dirinya tidak bisa datang lantaran undangan tersebut terlalu mepet dan terkesan mendadak. Apalagi, waktu itu dirinya dalam keadaan kurang enak badan.

 "Waktu itu yang ngantarkan undangannya namanya Paiman, sekitar jam 11 siang, cuman masak dalam waktu 10 menit saya sudah harus datang ke desa," ucap Sunoto.
Waktu itu, sambung Sunoto, hari Jum'at ada Sulaiman dan Paiman datang hendak mengembalikan uang sewa yang tinggal tiga musim, katanya mereka berdua diutus oleh Kepala Desa, jelas dirinya keberatan dan menolak sebab sewa tanah tersebut pada Pardi, suami Kepala Desa.

 "Saya telephone Pak Pardi tapi tidak diangkat hingga akhirnya mendapat undangan mendadak itu pada hari Sabtunya," terang Sunoto. Sampai detik ini, Sunoto menjelaskan bila kasusnya sudah berjalan enam belas bulan, namun tidak ada kabar kejelasannya.

 "Pokoknya, kalau bersama orang-orang seperti kita ini hukum seperti tumpul, kasus ini dapat dikatakan sudah tenggelam. Kalau pun ada harapan, saya hanya ingin bagaimana kasus saya ini berjalan sebagaimana hukum yang berlaku, kan benar," kata Sunoto.

 Sunoto mengaku menderita kerugian cukup banyak dari tanaman yang telah dirusak, sekitar dua puluh lima juta. Padahal, sebelumnya sudah ada perjanjian bermatrai dengan Pardi terkait sewa tanah ini. Bahkan, Pardi pun menyampaikan bila istrinya selaku Kepala Desa juga telah mengetahui.

 Kalau pun prosedur sewanya menyalahi aturan, Sunoto mengaku tidak tau seluk beluk aturan yang ditentukan terkait sewa TKD. Ia hanya meyakini bila prosedur tersebut sudah benar, apalagi Kepala Desa pun juga mengetahui dan Pardi pun menyampaikannya meyakinkan, sehingga dirinya pun yakin untuk menyewanya.

 Saat ini, kata Sunoto, bukti sewa dan kwitansi aslinya dipegang oleh Polres Jember yakni Bambang. Sementara laporan ke Polres Jember atas nama istrinya.

 Nur Rohman, penyewa tanah sekaligus aktor yang mencari traktor untuk pengerusakan tanaman saat diwawancara mengaku bertindak demikian atas dasar perintah dari Kepala Desa Mayangan, Sulima.

 "Saya disuruh mencari traktor oleh Ibu Sulima, disuruh Bu Kades, ya nemu Pak Bejo itu. Saya sendiri tidak memerintahkan untuk merusak tanaman itu, jadi semuanya Bu Kades karena memang bukan wewenang saya," terang Nur Rohman.

 Nur Rohman mengaku berani mencari traktor atas perintah Kepala Desa lantaran dirinya menyewa tanah tersebut tanggal dan bulannya pada waktu. Tapi, Nur Rohman beralasan bila menyewanya tanah kosong, "Seandainya tidak diperintah Bu Kades ya ndak berani," tandas Nur Rohman.

 Nur Rohman, pada Potretjember.com menunjukkan perjanjian sewanya dengan Kepala Desa. Meski demikian, Nur Rohman mengku tidak mengetahui bila tanah yang akan disewanya adalah tanah bermasalah tersebut.

 "Intinya, saya dikasih lahan satu hektar, tidak tau yang sebelah mana pokok samean tanggal sekian bulan sekian samean garap, sampai saya nunggu satu musim baru saya sampaikan ke Kepala Desa. Intinya, saya sekedar disuruh mencari traktor tok untuk masalah merusaknya saya ndak ngerti," kilahnya.

 Bejo, orang yang mentraktor sawah sekaligus merusak tanaman mengaku bila pekerjaan yang dilakukannya atas perintah Rohim. Bahkan, upahnya dari bekerja dibayarkan oleh Rohim. Saat itu, kata Bejo, dirinya diminta mentraktor sawah sebelum dzuhur.

Kemudian, ia kerjakan setelah dzuhur, saat hendak mentraktor di sawah sudah banyak orang, termasuk Satpol PP, Polisi, Camat dan Babinsa. Kepala Desa juga ada hanya saja sepengetahuan Bejo, Sulima sudah pulang lebih dulu. (Tim).

COMMENTS

Nama

Bisnis Desa Hukum Jember Kebudayaan Keriminal Kesehatan Kriminal Nasional Olahraga Olehraga Opini Pemerintah Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Prestasi Religi Sosial Sosialisasi Wisata
false
ltr
item
POTRET JEMBER.COM: Polemik TKD, Berkaitan dengan Kepala Desa, Laporan Sunoto Seolah Tenggelam
Polemik TKD, Berkaitan dengan Kepala Desa, Laporan Sunoto Seolah Tenggelam
POTRET JEMBER.COM
http://www.potretjember.com/2019/06/polemik-tkd-berkaitan-dengan-kepala.html
http://www.potretjember.com/
http://www.potretjember.com/
http://www.potretjember.com/2019/06/polemik-tkd-berkaitan-dengan-kepala.html
true
7543246334642126740
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy