POTRETJEMBER.COM - Permasalah Demi Permasalahan Tanah Kas Desa (TKD) Di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Jember semakin membuat mantan kep...
Pasalnya setelah ditinggal Purna Tugas beberapa warga sempat dibuat binggung akan permasalahan TKD yang dinilai semakin memberatkan pihak penyewa yang notabene dinilai harganya semakin mencekik dan diduga ada permainan yang kurang sehat ditubuh pemerintahan desa mayangan yang di Pimpin oleh kades Pejabat Sementara, (PJ) dari kecamatan.
Curhatan Warga semakin meruncing tak kala pada beberapa waktu lalu ada lelang Terbuka masalah Tanah Kas Desa yang digelar Kepala Desa PJ dan dimenangkan oleh seseorang warga setempat ber Inisial R-H-M.
Pasalnya sebelum ada lelang terbuka tersebut mantan kepala Desa Sebelum Purna Tugas juga melakukan Lelang namun dengan cara Appraisal atau penunjukan dan itu sudah ada 9 Penyewa lahan yang berhak mengelola, sesuai dengan perdes yang telah dibuat oleh mantan kepala desa saat masih menjabat.
Namun seiring waktu tidak lama hal itu tiba tiba membuat PJ Kades yang baru bertugas mengambil sikap dengan cara lelang terbuka dan hal itu dianggap mantan kepala desa Cacat Aturan dan dinilai Ngawur karena Pada Saat lelang terbuka dilakukan tidak Diperdeskan.
Dengan polemik yang terjadi itulah pihak beberapa Penyewa yang berhak mengelola dari Lelang mengunakan Appraisal sempat kebingungan dan curhat kepada mantan kepala desa mayangan Sulima.
"Ini sangat penting bagi kami, karena saya percaya Kades Sulima tidak akan membuat warganya menderita, karena Tanah kas Desa tersebut sudah jelas aturanya dikelola oleh kami dengan penunjukan dan kami juga sudah membayar ke Rekening desa dengan nilai Bervariatif," ujar Saipul,Kamis(7/1/2021).
Hal senada juga diungkapkan oleh penyewa lain bernama Busono dirinya juga Curhat kepada Mantan Kepala Desa.
"Lelang kedua yang digelar PJ kepala desa tersebut buat saya keberatan juga.dan anehnya hal ini seperti Drama karena lelang yang dilakukan dan dimenangkan oleh Saudari Rohim tersebut akhirnya membuat kami harus manut aturan Rohim dengan nilai delapan belas juta permusim perhektar, yang di Bandrol seenaknya sendiri. karena kami sudah memang kami sudah terlanjur menanam dan bisa tidak bisa pasti kami harus manut aturan pemenang lelang kedua yang digelar Kepala Desa PJ tersebut.maka dari itu saya Pribadi meminta tolong kepada mantan kepala desa untuk memberikan solusi terbaik demi masa depan petani semangka seperti kami," ungkapnya.
Sulima mantan Kepala Desa Mayangan Saat Di Konfirmasi permasalahan Tanah kas desa serta curhatan warga mengatakan dengan tegas.
"Warga saya menderita ya saya perjuangan bagaimanpun caranya, karena memang saya pikir apa yang dilakukan PJ Kepala Desa Mayangan yang baru menduduki posisi saya karena purna tugas tersebut berbau Trik dan Intrik yang membuat warga Merugi dan memberatkan," jelasnya.
Lebih lanjut sulima mengungkapkan, bahwa saya akan sampaikan semua uneg uneg warga ke pihak kecamatan dan muara Akhir akan saya tempuh ke Pemerintah Kabupaten agar permasalahan Tanah kas Desa ini ada titik temu, itu semua saya lakukan demi masyarakat.
"Saya tidak diuntungkan juga tidak dirugikan, semata mataa hanya ingin pemerintahan desa berjalan dengan semestinya dan rakyat tidak merasa dirugikan ketika mengelola tanah kas desa dibuat usaha," pungkasnya. (*)