POTRETJEMBER.COM - Diduga menyebarkan informasi Hoax, rumah warga berinisial ASM di luruk oleh ratusan massa dari wali murid dan alumni sant...
Ratusan massa wali murid dan Alumni santri mendatangi rumah ASM dan melakukan orasi didepan rumah yang bersangkutan lantaran warga tersebut diduga telah mengundang media yang terkesan dan menulis berita yang diduga Hoax dan menyebabkan sebuah lembaga sekolah di Kawasan Ponpes tersebut jadi jelek terkait program bantuan Indonesia pintar, (PIP).
Dari situlah reaksi keras hingga massa berdatangan dari berbagai penjuru untuk mengklarifikasi sekaligus memberikan shock terapi kepada warga berinisial A-S-M, yang ditengarai memberikan informasi hoax dan fitnah kepada beberapa oknum wartawan yang kemudian melakukan intimidasi kepada kepala sekolah SMK Nurul Chotib.
Awal mula hal itu terjadi pada Kamis,(17/11/2022) Kemarin, di waktu pembagian dana PIP ( Program Indonesia Pintar) di sekolah tersebut. Kemudian ada empat oknum wartawan yang masuk ke ruang kepala sekolah, kemudian mengintimidasi kepala sekolah bernama Siti Maimunah.
"Saya tidak tahu mas, tau tau masuk ruangan saya empat orang mengaku wartawan, kemudian mengintimidasi saya untuk membagikan langsung dana PIP kepada siswa atau santri. Karena saya takut, ya saya bagikan saja, " Kata Kepala Sekolah Smk Nurul Chotib Siti Maimunah.
Disisi lain, kepala sekolah juga menyampaikan aksi yang dilakukan oleh empat orang yang mengaku wartawan tersebut mengintimidasi kepala sekolah untuk memberikan dana PIP kepada murid, dan hal itu jelas melanggar tata tertib aturan Pondok pesantren yang melarang santri membawa uang.
"Saya ditekan mas, suruh membagikan dana PIP tersebut, karena sudah banyak yang kembali ke pondok, saya bagikan delapan orang saja," Jelas Siti Maimunah menjelaskanm
Pasca dibagikan dana PIP tersebut, sehari setelahnya ditarik kembali untuk dibagikan ke wali santri, dan hasilnya ada empat orang santri yang memakai uang tersebut untuk keperluan di luar pendidikan dan hal itu akhirnya yang membuat saya dilema.
"Uangnya sudah dipakai mas, ada yang bayar hutang, ada yang dibuat beli hape mas, saya merasa bersalah karena dana itu dititipkan untuk pembiayaan pendidikan mereka," terang kepala sekolah.
Sementara itu ahmad Thohir wali murid dari Saddam, kelas 12 smk Nurul Chotib mengatakan bahwa memang setiap pencairan dana PIP wali santri di rapatkan untuk menerima dana tersebut. Karena Santri tidak diperkenankan membawa uang di dalam pondok pesantren dan saya juga dapat undangan hari ini dan semua wali murid lain.
"Saya juga kaget mas, ada hal seperti itu. biasanya juga saya menerima langsung, lha ini gara gara ulah oknum malah yang anak saya yang menerima, dan akibatnya seperti ini uang yang seharusnya dibuat keperluan sekolah malah tidak tepat, saya cuma buruh tani mas," ungkapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama ketua IKSAN ( Ikatan Keluarga Santri dan Alumni Nurul Chotib) Abdul Adim mengatakan mengecam keras tindakan yang dilakukan beberapa oknum tersebut. Dirinya dan ratusan massa meminta warga yang memberikan informasi hoax kepada media tersebut, meminta maaf secara lisan maupun tertulis dan itu wajib.
"Saya kecewa, atas tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum wartawan dan satu warga yang memberikan informasi hoax dan fitnah kepada pondok pesantren kami, kami menunggu itikad baik dari warga tersebut 2x24 Jam tidak ada tembusan jangan salahkan kami jika saya lanjut proses hukum untuk semuanya," ucap Adhim.
Ditempat yang sama, pihak perangkat desa yang datang kelokasi dimana ratusan massa yang sudah geram dan tidak menemukan yang bersangkutan berinisial A-S-M sempat geram dan akan sempat mengobrak abrik rumah tersebut, namun dapat diredam oleh pihak TNI -Polri agar tidak bertindak anarkis.
Akan tetapi massa tetap ancam yang bersangkutan agar hengkang kaki dari desa Wringinagung karena telah mencemarkan nama lembaga dengan ulah dia mengundang media yang dinilai merusak citra pondok pesantren.
"Kami perangkat desa akan lekas mencari yang bersangkutan agar hal ini lekas ada titik temu, dan sementara yang bersangkutan rumahnya ditutup rapat," Kata Kepala Dusun Wringinagung Imron Rosyadi.
Lebih lanjut ditanya tentang basic yang bersangkutan yaitu A-S-M bekerja apa, Imron kurang begitu memahami seluk beluk yang bersangkutan.
Perlu diketahui, massa yang meluruk rumah warga juga sempat emosi karena yang didatangi terkesan hilang atau melarikan diri. (*)